Mengenal Lebih Dekat Dengan Jenis Ikan Remora

Remora seringkali kita dengar bersamaan dengan ikan hiu. Memang antara ikan remora dan ikan hiu terdapat suatu hubungan yang selama ini kita kenal dengan sebutan simbiosis. Tapi apakah anda tahu bahwa tidak semua remora tersebut menempel pada ikan hiu. Ternyata remora tersebut tidak selalu harus menempel pada ikan hiu, remora dapat juga menempel atau ikut dengan ikan lain bahkan juga penyelam. Jadi anda jangan heran maupun kebingungan melihat fenomena tersebut.

Remora tersebut memang tidak selamanya mengikuti inangnya. Remora dapat juga berenang sendiri maupun berkelompok. Jadi remora ini bukan termasuk ikan yang setia mengikuti inangnya. Inang ikan remora tersebut bukanlah hanya ikan hiu saja, akan tetapi juga ikan-ikan lainnya. Salah satu inang remoja selain ikan hiu tersebut ialah ikan pari manta yang telah diakui sebagai ikan pari terbesar yang ada di dunia. Akan tetapi, harus diakui jika memang kebanyakan remora menempel pada ikan hiu.

Simbiosis Mutualisme Ikan Remora Dengan Hiu

Dalam hubungan simbiosis mutualisme seringkali ada salah satu binatang yang memperoleh manfaat lebih besar daripada binatang yang lainnya. Hal ini juga berlaku dengan ikan remora. Remora merupakan ikan kecil yang menumpang pada ikan hiu dan juga makhluk lain dengan memakai pengisap di bagian atas kepalanya. Remora mendapatkan beragam manfaat dari tumpangan bebas tersebut. Seperti, remora yang menghemat energinya sewaktu dibawa oleh ikan hiu.

Jikalau terlepas dari binatang yang lebih besar tersebut, remora ini masih terbawa oleh gelombang buritan yang dihasilkan ikan hiu sewaktu bergerak. Terlebih lagi, remora mudah mendapatkan makanan, dengan memakan krustasea kecil yang biasanya melekar di tubuh inangnya. Selain itu, bisa juga memakan sisa makanan yang jatuh dari mulut ikan hiu. Para pemangsa pun akan enggan menyerang remora apabila ia disertai seekor hiu. Ikan hiu juga mendapatkan manfaat, yakni remora memakan parasit hiu.

Alat Penghisap pada Remora

Para ilmuwan mengklaim bahwa mereka telah menemukan penjelasan bagaimana cakram penghisap remora bisa tumbuh di bawah kepala. Saat hidup, tubuh remora bisa tumbuh dengan panjang mencapai 1 meter. Mereka pun juga memiliki tulang rusuk yang ada di atas mata. Cakram pengisap ini terlihat seperti sol di bawah sepatu. Cakram pengisap beruas itu memiliki fungsi seperti penghisap yang nantinya memungkinkan remora bisa menempel pada hiu, pari manta, maupun lambung kapal yang ada di perairan tropis.

Meski dapat menempel pada ikan ataupun kapal tertentu, remora ini bukanlah ikan parasit. Remora hanya memakan sisa-sisa makanan dari binatang maupun benda yang mereka tempeli. Selama ini, para peneliti menduga bahwa pengisap tersebut terbuat dari bagian sirip punggung normal. Mereka pun juga mencermati pertumbuhan remora dari tahap larva. Caranya yaitu dengan mencocokkan sisa elemen dari cakram remora dengan sisa elemen sirip punggung dari ikan lain, misalnya ikan Morone americana.

Hasilnya, sekelompok peneliti menegaskan bahwa alat penghisap remora tersebut memang berasal dari bagian sirip. Tak hanya itu saja, para peneliti juga menemukan bahwa larva remora tersebut ternyata memiliki gigi bengkok yang khas dan menonjol dari rahang bawah. Ilmuwan juga mengatakan bahwa temuan ini mungkin akan menjadi suatu petunjuk bagaimana bayi remora terus saja membonceng sebelum alat penghisap yang ia miliki tumbuh. Secara rinci, penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam Journal of Morphology.

loading...